welcome to my world

Sabtu, 14 Desember 2013

Advanced Student Honour Roll 2013

Hai my beautiful blog....Sorry banget,aku udah lama nggak nengokin blog cantik ini. Aku lagi sibuk UH ke 4 lalu lanjut UAS. Eeehh...UH 4ku sudah dibagi lhoooo.....alhamdulillah nilaiku cukup memuaskan. Perfect 100 untuk 6 pelajaran dari 8 pelajaran UH. Sedangkan 2 lainnya dapat nilai 96 dan 95. Biasalaaah...gara-gara aku nggak teliti.

Hari kamis kemarin adalah hari terakhir UAS disekolahku. Pulang sekolah, aku les kumon dulu...Dan, ada kabar bahagia dari miss Mely, guru kumonku, hari Sabtu besok aku akan mendapat piala Advanced Student Honour Roll 2013, karena aku telah mencapai ujian yang cukup jauh dari level sekolahku saat ini dan aku masuk di kategori deretan peringkat atas. Horeeeeee.....akhirnya tercapai juga keinginanku.




Itu foto aku bersama papaku saat penerimaan penghargaan. Papaku sempat kaget juga tuh, kok ada acara foto bareng orang tua..hehehe....papaku kagok juga rupanya.

Kenapa sih aku seneng banget?? Yup!!!...this is my strunggle. Aku ikut kumon sejak kelas 2 SD. Dan sejak itu juga aku bermimpi mendapatkan piala ini. I'm  enjoyed,  I'm comfort, and I love kumon. You know why?? because it's challenge. Saat banyak temanku yang nggak tahan les di kumon karena  PRnya yang banyak setiap hari, I have to facing tough challenges.Bisa ngerjain soal matematika level K(setara kelas 2 SMA) dan Bahasa Inggris level J (setara kelas 1 SMA) rasanya sesuatu banget. So...we have to get our future, We have to pick our star....

Selasa, 26 November 2013

Juara Skate Board



“William,  ayo bangun nanti kamu terlambat sekolah.” kata mama membangunkanWilliam.
“Iya Ma,tunggu dulu.” kata William mencoba duduk. Lalu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah sholat, William mandi. Lalu,menghampiri keluarganya yang sudah bersiap-siap makan.
“Wah,William terlambat bangun lagi. Lain kali jangan seperti ini lagi ya…” kata papa.
“Iya pa.” kata William. Setelah selesai makan, William diantar papa ke sekolah.                                                                                                                                                                                    

Shopaholic



Kriiingg…… Jam weker di kamarku berbunyi. Hoaamm..... masih ngantuk nih, padahal waktu sudah menunjukkan tepat jam lima tepat. Huuaa..... bisa terlambat nih. Aku langsung cepat bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi. Selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi. Ya iyalah…… masa tetap di kamar mandi. Aku menuju kamarku untuk ganti baju dan sholat.
Hai.... Namaku adalah Lucyzi. Nama lengkapku adalah Katzumi Lucizi. Aku mempunyai sifat yang tomboy. Aku saja paling kesal memakai rok, apalagi gaun. Aku sih, tidak begitu cantik, walaupun aku memiliki kulit putih langsat. Bulu mata yang tebal, hidung yang mancung dan rambut yang terurai panjang. Hobiku adalah koleksi topi. Segala model topi dari berbagai Negara sudah aku miliki. Aku sangat fashionable dengan topi.
“Sayang…bangun,Lucy. Sudah jam 5 nih, Ayo buruan sholat shubuh” kata  bunda dengan lembut. “Iya, Bun” kataku. Setelah itu, aku segera mengambil air wudhu dan setelah sholat aku mandi. Hmm…badanku terasa segar sekarang, Lalu aku memakai kalung bergambar bunga tulip. Kemudian aku menghampiri ayah, bunda dan Lidia, adikku, di ruang makan.

Karedok Rasa Matematika



“Orang-orang selalu bilang, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Nah, kamu bisa menggantungkan cita-citamu pada rembulan. Kejar dan gapailah rembulan, karena di sanalah cita-citamu berada.”

Namaku Rembulan Zameria. Aku biasa dipanggil Bulan. Aku kelas 6 SD. Aku mempunyai seorang adik perempuan bernama Lusi. Lusi masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Aku seorang yatim. Ayahku meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena penyakit kanker. Sedangkan emak bekerja sebagai buruh cuci di kompleks sebelah dan menjual  karedok sepulang jadi buruh cuci.

Perjuangan Anita



Di sebuah rumah yang sederhana,hiduplah seorang anak rajin dan jujur bernama Anita. Ia hanya hidup berdua dengan adik laki-lakinya bernama Kidam. Orang tuanya telah meninggal saat Anita masih berumur 7 tahun dan Kidam masih bayi. Untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan adiknya,Anita berjualan es krim di depan rumahnya. Dengan di bantu Kheyla,sahabatnya sejak ia kecil,Anita jadi semangat untuk tetap belajar dan tak terus bersedih. Ia dan adiknya tetap sekolah dengan uang yang diwariskan orang tuanya sebelum meninggal.
“Adik,ayo makan dulu sebelum sekolah.” Kata Anita menghampiri adiknya yang bersiap-siap sekolah. “Iya kak,tunggu dulu.” Kata Kidam  singkat. Anita segera ke dapur rumahnya mengambil kotak es krim yang akan dijualnya di kantin sekolah. Sambil menunggu adiknya makan,Anita mengambil buku dalam tasnya untuk dibaca. “Sudah rapi kak!” Kata Kidam menyerahkan piringnya dan mengelap mulutnya yang belepotan. “Lain kali kalau makan jangan terburu-buru sampai mulutnya belepotan ya…” Kata Anita mengingatkan adiknya. “Ah banyak ngomong kamu kak,ayo cepat nanti aku terlambat!” Seru Kidam. Kidam memang agak bandel kalau dinasehati Anita. “Iya, kakak sudah selesai nih.” Kata Anita mengelap tangannya yang basah. Lalu mengunci rumahnya dan berjalan bersama Kidam menuju sekolahnya. Sekolah Anita memang cukup jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Dulu saat masih ada ayah dan ibunya,Anita dan Kidam diantar memakai mobil. Tetapi sejak tidak ada orang tuanya,Anita bertekad untuk menjual mobil itu untuk kebutuhan ia dan adiknya.